Tanah Inceptisol : Pengertian, Karakteristik, Persebaran dan Pemanfaatannya
Pengertian
Tanah Inceptisol (inceptum yang berarti permulaan) merupakan tanah muda yang proses pembentukannya tergolong cepat dari hasil pelapukan bahan induk.
Tanah Inceptisol |
Tanah inceptisol ini merupakan tanah yang termasuk dalam kategori tanah aluvial. Tanah inceptisol ini merupakan suatu jenis tanah muda yang juga termasuk ke dalam jenis tanah mineral. Sedangkan yang dimaksud tanah mineral merupakan tanah yang memiliki kandungan bahan organik kurang dari 20% atau memiliki lapisan bahan organik yang ketebalannya kurang dari 30 cm sehingga membuat tekstur tanahnya menjadi ringan
Faktor Pembentuk Tanah Inceptisol
Berikut merupakan 5 faktor pembentuk tanah Inceptisols, yaitu:
- Iklim: Inceptisols tidak berkembang di wilayah arid. Iklim yang menghambat perkembangan tanah seperti temperatur rendah atau curah hujan rendah justru membantu perkembangan inceptisol.
- Vegetasi: Inceptisols mayoritas ada di penggunaan lahan hutan, padang rumput dan lahan pertanian. Penggunaan tanah inceptisol sangat terbatas karena memiliki solum yang tipis. Inceptisol sesuai dengan penggunaan lahan hutan atau cagar alam.
- Topografi (kemiringan lahan): Kebanyakan Inceptisol berkembang di lereng-lereng curam. Inceptisol lainnya terbentuk pada daerah cembung ke lereng rata dan dengan bukit yang melandai. Inceptisol ini berkembang pada colluvium dalam sedimen yang telah mengendap.
- Bahan Induk: Inceptisol banyak ditemukan di lembah-lembah atau delta. Kebanyakan Inceptisol hadir pada geologis sedimen muda (misalnya tanah aluvial, Kolovium, Loess). Bahan induk yang tersusun dari batuan kapur dapat menghambat perkembangan tanah.
- Waktu: Laju perkembangan Inceptisol menjadi ordo tanah lainnya lebih cepat di wilayah tropika dibandingkan dengan di wilayah subtropis.
Karakteristik Tanah Inceptisol
Tanah inceptisol merupakan tanah yang mempunyai cici- ciri atau karakteristik sebagai berikut, yaitu:
- Memiliki solum tanah yang agak tebal, yakni sekitar 1 - 2 meter
- Tanahnya berwarna hitam atau kelabu hingga coklat tua
- Tekstur tanahnya berdebu, lempung debu, dan bahkan lempung
- Memiliki struktur tanah yang remah berkonsistensi gembur, memiliki pH 5,0 - 7,0
- Memiliki bahan organik sekitar 10% - 30%
- Mengandung unsur hara yang sedang hingga tinggi
- Memiliki produktivitas tanah dari sedang hingga tinggi
Persebaran Tanah Inceptisol di Indonesia
Penyebaran tanah Inceptisol mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi terutama di Sumatera, Kalimantan, Papua, dan Jawa. Wilayah Sumatera didominasi di Provinsi Aceh dengan luasan sekitar 3,16 juta hektar
Tanaman Budidaya di Tanah Inceptisol
Kendala Budidaya di Inceptisol
Berikut merupakan kendala budidaya di tanah inceptisol, antara lain:
- Tanah inceptisol memiliki pH yang tergolong masam. Perlu penambahan kapur pertanian untuk kegiatan budidaya.
- Pemilihan jenis tanaman yang berbeda pada setiap tempat yang memiliki solum tebal (dataran rendah) dan solum tipis (lereng curam)
- Tanah inceptisol rata-rata memiliki kandungan bahan organik yang rendah, sehingga membutuhkan banyak masukan bahan organik.
- Perlu penanganan teknologi tepat guna untuk mengolah lahan inceptisol karena kesuburan tanah yang rendah.
Tanah inceptisol yang merupakan jenis tanah mineral, ada beberapa jenis tanaman yang dapat tumbuh antara lain:
1. Tebu
Tebu merupakan tanaman yang sangat penting karena digunakan sebagai bahan dasar pembuatan gula pasir. Tanaman tebu ini baik ditanam pada tanah inceptisol di ketinggian kurang dari 1.300 m di atas permukaan laut. Sedangkan curah hujan yang baik adalah sekitar 1.500 - 3.000 mm per tahun dan suhu rata- rata adalah 24 - 30º C.
2. Tembakau
Tembakau adalah bahan baku untuk membuat rokok. Indonesia sendiri banyak mempunyai ladang tembakau. Tanaman tembakau akan tumbuh dengan baik apabila ditanam pada tanah inceptisol dengan ketinggian antara 80 - 550 meter di atas permukaan air laut, curah hujan sekitar 2.000 mm per tahun, suhu sekitar 18- 27º C dan mendapatkan sinar matahari secara penuh.
3. Kakao atau coklat
Selain tebu dan tembakau, tanah insepticol juga baik untuk menanam coklat. Tanah inceptisol ini baik untuk ditanami kakao atau coklat pada ketinggian 500 – 800 meter di atas permukaan air laut, memiliki curah hujan antara 1.100 - 3.000 mm per tahun, memiliki suhu antara 15 – 31º C dan kelembapan udara antara 7- 80%.
4. Panili
Tanah inceptisol juga baik untuk ditumbuhi oleh tanaman panili. Tempat yang baik memiliki ketinggian antara 0 - 800 meter di atas permukaan air laut, memiliki curah hujan antara 850 – 2.950 mm per tahun, suhu sekitar 20º C, dan kelembapan atara 70 – 80%.
5. Pala
Tanaman selanjutnya adalah pala. Pala cocok ditanam di tanah inseptisol pada ketinggian antara 0 – 700 meter di atas permukaan air laut, curah hujan antara 2.000 – 3.000 mm per tahun, dan suhu antara 20 – 30º C.
Baca juga : Tanah dan Tanah Laterit
Posting Komentar untuk "Tanah Inceptisol : Pengertian, Karakteristik, Persebaran dan Pemanfaatannya"